Selasa, 16 Mei 2017

Me Looking Back Myself Before 20

I used to think that I could never reach 20's. 20's seems so grown up, so mature, bring all the responsibilities, stuff I don't wan't to face. But then I reach 20's whatsoever, and it feels strange looking back to a person I've become.
I kinda more like the before-me than the present-me. I used to be brave, nothing scared me, I talked to everyone without feeling desperate of myself, being straight to what I want, and being focus for just one thing. My family was always on my number one list, I made friends so easily, I was so cheerful, humble, and forgave everyone before they apologize. I saw people loved me the way I behave and I loved them back. It was just a very heavenly world to me full of generous people.

Rabu, 26 Oktober 2016

Reply 2014 | Flashback SMA

Pagi
Selalu telat bangun. Selalu. Always. Bangun jam setengah 6, setelah dijerit-jeriti oleh mamak dari luar pintu, atau kalau gak mempan, pintunya ikut digedor-gedor. Padahal malamnya gak begadang, tapi selalu gak mempan sama alarm hp, mempannya sama alarm suara mamak.
Langsung gosok gigi dan wudhu kemudian sholat subuh, sarapan pagi, kemudian mandi. Mandi, selalu jam 7. Selesainya,7.15. Bedandannya sampe 7.20, pake kaus kaki, sepatu, isi botol minum, siapin roster hari itu (pastinya dengan jumpalitan karena dah hampir setengah 8), dan berangkatlah dari rumah jam 7.25.
Berangkat dari rumah dianter Bapak, naik kereta bonceng tiga sama teguh. Kalau naik mobil udah dipastikan gak akan terkejar karena jam segitu jalan sudah macet parah. Bapak bawa kereta dengan super bolt, dan sampailah di depan sekolah pukul 7.35.

Hampir setiap hari lari-lari karena takut gerbang ditutup. Kalo jumpa sama Bu LP selalu diledekin, "Hei kamu Khairunisa, sudah kelas 3 masih saja terlambat!"
Dalam hati: "Bu, justru karena kelas 3 lah makanya sy terlmbat, karena pasti gak dihukum lagi,"
Sampai suatu saat, keterlambatanku sudah sangat lewat menitnya, jadinya tepaksa bersihkan kaca perpustakaan, pake koran._. Cuma satu nako aja, abis itu lari naik ke kelas. Wkwkwkwk

Di sekolah
Duduk paling depan lorong nomer 3 dari kiri. Duduk semeja sama mila, di meja sebelah kiri ada liana dan miya, di meja sebelah kanan ada oyen dan si tukang galau dicky, di belakang ada poe dan beby. Kisah di sekolah kelas 3 berkutat pelik dengan sbmptn. Setiap hari bawa buku soal GO yang setebal kamus dorland, bahas habis bareng mila. Dulu, bahas soal itu menyenangkan, sekarang bahas soal bikin mual.
Kegiatan bersama mila tidak lain dan tidak bukan adalah..... ngejekin guru.
Setiap guru di smansa adalah guru-guru terpilih yang memilki keunikan tersendiri yg sangat cocok kami jadikan bahan lawakan.

Rabu, 20 Juli 2016

Sweet

You used to be as sweet as a candy
that both of us used to eat
when we were just a kid
playing at the schoold yard
You were so sweet
that I could not get over you
from then to now on

You were such a nice guy
you were so sweet
I can not get over that word
proof that it was always me that tasting you
of how sweet you were
and how kind of you that day

You always made me smile
not on your own purpose
but with every little glitch you made
you were so sweet
of every little thing you did
even when you just sat there in front of me
your back looked so nice
your hair from my sight looked so messy that it was fine for me

Selasa, 26 Januari 2016

Cooking Time: Pancake Super Simple!

Halohaaa! Nisameiga kembali dengan postingan baru yang fresh di 2016. Yuhuuuu~~

Okee, kali ini aku mau mulai posting blog minimal 1 post/bulan kayak dulu lagi, dan mau mulai serius menekuni bidang per-bloggingan ini karena terinspirasi sama blogger-blogger besar di luar sana. Xixixixi ;;)

Jadi sekarang, aku mau mulai posting resep-resep cemilan yang aku buat berhasil, dan yang pastinya syuper syimpel. Kali ini kita buat Pancake!! Who doesn't like Pancake?

Porsi : 2 bh pancake
Bahan:
1.


Jumat, 26 Juni 2015

Cara Survive di Fakultas Kedokteran ala-ala Nisa

Kebanyakan orang bilang, belajar di kedokteran itu sulit, banyak hafalan, dan dapat IP tinggi itu susah. Waktu tidur jadi sedikit, bahan materinya payah dimengerti dan bahasa Inggris pulak. Hahahahaha... jadi semua itu sebenarnya.. benar lah apadanya (#jleb). Pelajaran biologi di sma-sma cuma kentutnya kedokteran, sebesar jentik pun gak sampe. Dulu pas di sma, belajar cara kerja enzim, sekarang di kedokteran ngafal nama-nama enzim sampe yang jenis CYP450 dan kawan-kawannya yang menentukan metabolisme obat (#muntah). Yang parahnya, kebanyakan biokimia, segala jenis enzim yang dipertanyakan di departemen itu, *mungkin* tidak kita temukan di kasus klinis.

Masa iye ada pasien datang sakit hepatitis, badannya kuning, trus pasiennya nanyak "Jadi dok, kira-kira jenis bilirubin indirect apa direct saya yang tinggi dok?" atau, "Dok, melihat keadaan badan saya yang kuning begini, kira-kira enzim apa di hati yang mengalami defesiensi dok?"
GAK MUNGKIN KAN???

Tapi itu dasar, yes, itu dasar. Tanpa biokimia, tidak akan ada penemuan obat-obat baru dan etiologi penyakit baru. Biokimia hebat, dan aku masih mempertanyakan gimana caranya kok bisa mereka-mereka itu tahu ya ada enzim ini enzim itu, ngeliatnya itu gimana toh. Tapi ya, tugas kita di sini hanya belajar, jika ingin ambil departemen biokimia nantinya, pelajari lah hingga ke Jerman sana. Seperti dr Yahwardiyah, my wonderful Biochemist.

Nah langsung ke inti postingan ini, jadi saya sebagai mahasiswa semester 2 akhir fakultas kedokteran, ingin sedikit membagi-bagi tips(?) cara belajar saya agar bisa survive di kedokteran. Sebenarnya bukan tips sih, tapi lebih ke pengalaman pribadi saja. Cekidot :

Minggu, 17 Mei 2015

DIY Glitter Phone Stand out of Cassette Box

Hello Everyone. Nice to meet you again, after all this time.
So tonight, I'm gonna give you a DIY on how to make a glitter phone stand, from an ex-cassette box! To be honest, I got this incredible recycled DIY from YouTube videos, you can see the video on this link : https://www.youtube.com/watch?v=pB9elqK8XK4
But don't worry, I made some great difference. So, here it is, DIY Glitter Phone Stand!
All you're gonna need :

Sabtu, 31 Januari 2015

Medical Life FK USU - Semester Awal

Halo semuanya. Gak terasa ya udah 2015 aja, ini blog udah besarang arachnida aja. Arachnida... ituloh... kalau kata temen aku yang Malaysia sih, labah-labah! Haha. Udah ah garing. Teringatnya pun, ini blog, terakhir postingannya malah nyeritain aku yang galau di kosan karena banyak tikus (gak classy banget). Jadi kali ini, aku bakalan cerita tentang apa-apa aja yang udah aku dapet dan lalui di kampusku tercinta, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Dimulai dari PMB ya...
PMB itu ospeknya anak USU, Penerimaan Mahasiswa Baru kepanjangannya. Yang menurut legendanya sih, ospek anak FK itu yang paling serem se-USU, imbang-imbang lah sama anak teknik. Tapi... spesial buat tahun ini, banyak agenda 'mengerikan' yang dihapus, karena satu dan macam hal yang tidak perlu diperbincangkan di sini...(serius banget nis). Agenda mengerikannya itu ya.. kayak disiram air pete, guling-guling di tanah, main lumpur, trus dulu tuh katanya ospek anak fk itu seminggu, dan gak boleh mandi... wkwk. Gak tau deh gimana baunya. Tapi yang aku gak dapetin dari ospek tahun ini adalah... kenangan. Ya, kenangan. Kakak seniorku banyak yang bilang, walaupun ospeknya horor banget, tapi itulah yang menjadi kenangan tak terlupakan, kekompakan yang terbentuk selama pmb, jalinan hubungan antara adik dan kakak senior yang terbentuk.. Kalau kata kak Shella sih.. "Dek, pasti adek pingin dapet pmb yang kayak kami kan?"... antara iya dan nggak sih hahahaha, takut juga balik dibentak-bentak lagi sama kakak senior, walaupun yang bentak di kehidupan aslinya nyatanya baiknya belebih-lebih.
Yang paling diingat dari PMB sih... kata-kata bentakan yang begini, "Tunduk kau dek!" "Mata kau dek!" "Jangan senyum-senyum kau dek!" "Nyanyi kelen dek!"... dan yang paling mengesankan yaitu... "Salam dewa-dewi!" kemudian kami pun mengangkat tangan kanan ke atas, tangan kiri di dekat pantat, agak membungkuk dengan menunggingkan pantat ke belakang, dan kami goyang-goyang sambil berdesis. Kayak ular! 
Kenapa ular?
Ya karena ular adalah lambang kedokteran.
Lah, kenapa bisa?
Karena ular adalah racun sekaligus obat pertama yang ditemukan.
Dan sampai sekarang, aku juga masih terobsesi dengan simbol ular tongkatnya si Hippocrates.

Ini dia simbol kedokteran, ular dan tongkat Hippocrates.